jump to navigation

balada mimpi November 25, 2008

Posted by catatanraufmendunia in Aku dan tulisan motivasi.
trackback

Tahukah bahwa hidupmu cuma sekali
Tak dapat diulangi tuk kau jalani kembali
Keputusan yang kau pilih begitu menentukan
Apakah kesuksesan atau kegagalan kau temukan

Begitulah Adi menyanyikan beberapa bait lagu saykoji. Adi sahabat karibku ini memang punya keinginan yang luar biasa untuk jadi seorang rapper seperti idolanya,saykoji. Keinginannya ini memang begitu kuat tertanam didalam dirinya,jangankan hafal lagu rapper-rapper Indonesia,lagu dari rapper-rapper berbagai dunia yang terkenal pun dia hafal.belum lagi dengan penampilannya yang seperti “ala rapper”.sedikit mengejek 2 sahabatnya biasa memanggilnya “rapper gadungan”.

Di, hey..hey..dengarlah kau ini,”situmorang dengan logat bataknya”.sudahlah kau berhenti bergaya macam rapper itu..kau ini tak ada bakat jadi rapper!!
Enak aja loe si tumorang..dengan nada mengejek memanggil namanya,tahu nggak sih loe kalo gw ini memang terlahir untuk jadi rapper,bayangkan saja,dari kecil gw berojol dari perut nyokap gw itu sudah bisa nge-rap.adi dengan gayanya yang tidak mau kalah.
Hahahaa..situmorang tertawa meledak bagaikan dinamit yang baru saja diledakkan.”di..di..kalau kau ini mau menjadi macam rapper,sebetulnya memang ada bakat,akan tetapi sikit sekali bakat yang kau punya untuk jadi rapper. Kau perlu untuk belajar lebih keras lagi sepertinya, kalau perlu kau belajar jadi rapper ke gunung kidul..
Huss..enak aja loe,emangnya gw mau nyari pesugihan disana?elo aja yang ke gunung kidul,lagian kan dedemit kayak elo cocok tinggal disana!!dengan nada yang tidak mau kalah..
Hey..sahabat baikku, luthfi memotong permbicaraan antara adi dan situmorang.sudahlah berhenti untuk saling ejek mengejek,”kayak anak kecil aja kalian!!”Memangnya ada apa sih dengan kalian berdua?.
“yaahhh..mau gimana lagi,ada orang sirik sih!!adi menyela dengan cepat.
“ehh..enak aja kau cakap..beginilah kalau orang terlalu banyak bermimpi,terjatuh dari tempat tidur baru tahu rasanya kau!!”
“bodo!!”..udah deh loe..berisik amat dari tadi..berhentilah kau bercakap!!adi pun mengeluarkan kembali jurus mengejeknya.
Stopppp..stopppp..tolong yaa dua sahabatku,luthfi pun mencoba memberhentikan perang dingin antara kedua sahabatnya itu.
“situmorang!!”.coba kamu berhenti dulu bercakap yaaa..
“adi!!”sekarang kamu juga diam dulu,jangan pake emosi..
begini sobat, bermimpi itu tidak salah loh..bermimpi dalam artian untuk kebaikan diri kita sendiri itu tidak jadi masalah kan?seperti halnya Adi ingin sekali menjadi rapper,sekarang aku Tanya sama kamu situmorang.kamu punya mimpi atau tidak?.
Situmorang langung mengangguk tanda bahwa dia memang punya mimpi.
Oke sekarang ceritakan pada kami,luthfi membujuk.
Hmm..aku sebetulnya ingin sekali menjadi seorang pengacara. Situmorang mulai semangat untuk bercerita.
“pengacara itu kan pekerjaan yang luar biasa”adi menanggapi. “Betul itu” luthfi pun juga ikut menanggapi.
Dari kecil aku ingin sekali jadi pengacara seperti opungku,pengacara itu dihormati sekaligus disegani oleh orang-orang dikampung aku.aku dengar juga katanya menjadi pengacara itu banyak uangnya..bahhh,itulah yang aku ingin. Dihormati, disegani, dan banyak uang.situmorang berbicara dengan logat bataknya yang kental.
“Dasar loe!!”niatnya jelek banget. Kalau mau banyak uang korupsi aja sekalian,terus elo makan tuh duit yang bukan hak elo,jadi cepet kaya deh.
Heyy,kau di.diamlah!!jangan banyak cakap kau.aku mau jadi pengacara yang banyak uang tapi juga mau jadi pengacara yang bisa bantu banyak orang juga. Itu memang betul-betul mimpi aku.situmorang berkata dengan semangat yang berapi-api.
Fi,ngomong-ngomong elo punya mimpi kayak kami berdua nggak?jangan bilang elo cuman punya mimpi basah..
Perkataan Adi tadi membuat ketiga sahabat karib itu meledak tawanya,tertawa dengan sangat keras dan kencang.hingga situmorang terguling-guling dilantai karena saking gelinya dia mendengar banyolan dari Adi..
Hahahahaa..Situmorang masih tertawa geli,”mimpi basah?”
Enak aja kalian.Luthfi mencoba mengelak dari banyolan kedua sahabat karibnya itu.
Dengan tidak mau kalah Luthfi berkata, “bukannya yang paling sering mimpi basah itu kamu di?kan sering banget nonton film bokep punya bapakmu dirumah!!makanya setiap har mimpi basah tapi secara manual”
Hahahahhahaha..Situmorang kembali lagi tertawa lepas,sangat lepas,sampai-sampai matanya menangis dan perutnya terasa sakit karena terlalu banyak tertawa dengan keras..
Merasa diserang Adi pun berupaya mengejek kembali, “loh bukannya elo juga ikutan nonton bokep bareng di rumah gw?”
Hahaha..Luthfi pun juga tertawa geli. Huss..sudah-sudah,Luthfi dengan gaya menenangkannya pun timbul.
Haa…ha..ha..Situmorang pun sudah sedikit mereda tertawanya.
Oke sobat,aku memang punya mimpi juga seperti kalian.mimpi aku sangat simpel kok..Luthfi berkata dengan mimik yang sedikit serius.
Apaan mimpinya?Adi dan Situmorang bertanya serempak.
“aku ingin sekali jadi penulis”Luthfi menjawab. Tapiiii..dengan nada ragu Luthfi pun berkata ke kedua orang sahabatnya itu. “aku tidak punya bakat jadi penulis!”.
Adi pun dengan sigap berkata,fi..gimana sih loe,katanya mau jadi penulis..belum dicoba menjadi penulis aja udah pesimis.elo harus bermimpi terus menerus dan mencoba untuk meraihnya.
Situmorang pun juga sependapat dengan Adi,”mimpi itu harus diraih fi dan kita harus berjuang serta berusaha keras untuk meraih mimpi kita. Tak adalah yang tak mungkin!!semua pasti bisa kalau kau punya kemauan yang kuat dan keras!!.lagi-lagi Situmorang menjawab dengan bersemangat.
Iya sih betul sekali.aku juga merasakan hal itu,lagian juga aku pernah baca bukunya brian tracy mengatakan bahwa “nothing is impossible, everything is posible if you’re trying hard to achieve it”.menulis adalah sesuatu hal yang mengasikkan bagi aku,disaat aku menulis aku seperti merasakan imajinasi yang ada di pikiran ku menjadi seolah-seolah terjadi didalam kehidupan nyata.
Situmorang pun mengangguk setuju. Adi pun tidak tinggal diam dan berkata bahwa setiap orang itu harus punya mimpi dan keinginan,karena dari mimpi dan keinginan itulah seseorang akan bersemangat dan terus maju serta menjadikannya lebih bernilai di dalam kehidupannya.
Tapi teman-teman,seandainya kita sudah mampu meraih kesuksesan dan mimpi kita di kemudian hari,apakah persahabatan kita akan bisa berubah?Luthfi pun berkata sambil menunjukkan raut muka yang sedih.
Situmorang menepuk pundak Luthfi,hmmm…ingat fi..kita dalah sahabat,kita adalah sahabat yang senantiasa tidak berubah sampai kapanpun,walaupun dalam keadaan sukses,senang,ataupun susah kita tetap menjadi sahabat.
Betul itu fi,Adi pun juga angkat bicara. Tidak akan kita lupa akan persahabatan kita ini.kita tetap harus menjadikan mimpi yang kita inginkan menjadi sebuah kenyataan.
Situmorang dengan mimpinya menjadi pengacara,Adi dengan mimpinya menjadi seorang rapper,dan Luthfi dengan mimpi menjadi seorang penulis.
Tetapi ingatlah satu hal, “try not to becoming a man of success,but try to becoming man of value”.ingat sukses saja bukanlah hal yang terpenting,tapi kita harus bisa menjadi seseorang yang bernilai dan bermanfaat dalam kehidupan kita,Luthfi pun mengingatkan 2 sahabatnya.
Adi dan situmorang berteriak :iyaaaaaaaaaaaaaaaaa…mulai lagi deh si Luthfi ini berfilosofi..hmm yang penting kita harus berusaha sebaik dan semaksimal mungkin meraih mimpi kita semua.

Cerita 3 orang sahabat itu terjadi 25 tahun yang lalu,dari persahabatan itulah mereka mengenal mimpinya dan membawanya kepada sebuah kenyataan.mimpi yang sempat mereka perdebatkan dan diragukan,mimpi yang sempat mereka tidak yakini akan mampu mereka raih,mimpi yang menjadikan mereka bertiga bersemangat untuk menjalani kehidupannya.kini luthfi telah berhasil meraih mimpinya menjadi penulis,banyak sekali hasil tulisannya yang dibukukan dan dicetak ulang berkali-kali serta menjadi buku best seller. Situmorang juga telah berhasil meraih mimpinya,menjadi seorang pengacara yang disegani,terkenal,dan dihormati,sedangkan adi kini benar-benar menjadi seorang rapper,bukan rapper gadungan yang dulunya sempat menjadi bahan ledekan 2 orang sahabatnya.

25 november 2008
kamar 6d311
raufmendunia

Comments»

1. kandagalantes - December 11, 2008

Sering kali kita mengejar MIMPI

Seolah – olah impian itu adalah TARGET

Susah payah penuh pengorbanan mimpi DIKEJAR

Setelah tercapai kita akan kembali BERMIMPI

Hidup adalah untuk IBADAH

Ibadah itu bukanlah BERMIMPI

Karena ibadah adalah hidup HARI INI

Memaksimalkan HARI INI dan DETIK INI

Masa depan adalah MISTERI

Masa lalu adalah HISTORI

Mimpi hanya membatasi KEMAMPUAN

MAKSIMALKAN HARI INI UNTUK MASA DEPAN YANG LEBIH BAIK

http://fusion-kandagalante.blogspot.com

catatanraufmendunia - December 22, 2008

buat kandagalantes..
mimpi memang target hidup..apalah jadinya hidup ini tanpa bermimpi..
mimpi menjadi sebuah motivasi tersendiri bagi saya tentunya..karena dari mimpi saya mencoba untuk mengarahkan diri agar mampu meraih apa yang ingin saya raih
hidup sememangnya adalah ibadah,tapi seperti yang ditulis oleh ciye..asal jangan mimpi ibadah aja..
terima kasih komennya..

2. ciye - December 22, 2008

menanggapi kandagalantes..
tapi dari mimpi itulah kita hidup..
dari mimpi itulah kita berjuang
dari mimpi itulah kita berpikir kreatif
dari mimpi itulah kita bertindak
dari mimpi itu bisa menimbulkan ide-ide brilian..

memang benar hidup itu untuk ibadah
yang penting bukan ‘mimpi ibadah’ aja (mimpi udah shalat pdhl blm) hehe..

smw berawal dari mimpi…
mimpi dg rasionalitas-kesadaran akan kemampuan.

3. kandagalantes - December 23, 2008

sayangkan misalnya kita punya mimpi untuk punya mobil lalu emang sih kita dapatin itu mobil. padahal kemampuan kita cukup untuk beli pesawat. menurut anda pilih mobil or pesawat?
kalo aku sih pesawat….

Pernah gak kita dengar bahwa pelajaran fisika itu bermula dari mimpi? tidak bukan tapi dari kaji diri dan lingkungan…

pernah gak kita bayangkan, bahwa teori relativitas einstein itu bermula dari mimpi bukan kan!! tapi dia melihat suatu realitas yang terjadi di sekelilingnya…

naaah biasanya yang bermimpi itu karena mereka tidak mampu, tidak bisa mengkaji diri dan lingkungannya yang dipikirin mungkin hanya bagaimana diri sendiri bisa diuntungkan…

trims y

4. catatanraufmendunia - December 23, 2008

bermimpi dan berkhayal memang terdapat perbedaan..bermimpi disini seperti sebuah target dan dibarengi dengan tindakan untuk meraihnya, sedangkan kalo berkhayal hanya sebatas angan-angan belaka..masalah mimpi yang sudah tercapai dan ada mimpi lain yang lebih besar..semua diserahkan kembali kepada diri masing2..thanks komennya kandagalantes..sering2 mampir yah..hehe

5. kandagalantes - December 24, 2008

Seolah – olah impian itu adalah TARGET
mimpi ini target2x yang kita buat sendiri…

target itu sebaiknya berasal dari pembuktian kompetensi diri, bukan target itu dari pengejaran thdp apa yang kita inginkan….

karena dlm 1 kemampuan saja yg kita miliki kita bisa menguak banyak hal bukan hanya apa yg menjadi target or mimpi kita itu saja…

kalau berkhayal lebih parah lagi, mereka yg berhayal habis hanya untuk angan2x kosong saja, berharap hidupnya bisa seenak yg dibayangkan…

Efisien dan efektifitas cara berfikir sehingga membuat tindakan kita lebih terfokus…

lihat saja balon, benda itu pecah kalau di tusuk oleh jarum, jarum itu tajam karena terfokus pada 1 ttitik, tapi lihat batang kayu kita tusuk ke balon maka tidak pecah karena titiknya itu tidak terfokus alias lebar…

hanya saja jarum itu bukan hanya di gunakan untuk menusuk benda saja bukan masih banyak yg lainnya, naah kalau kita mimpi yg kemudian kita jadikan target maka bagaikan jarum yang hanya digunakan untuk menusuk saja tapi tidak kita gunakan ke tempat yg lain…

trims y…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: