jump to navigation

tuhan hanya memberi apa yang kita perlukan December 20, 2009

Posted by catatanraufmendunia in Aku dan tulisan motivasi.
trackback

Malam itu, saya dan teman-teman sedang dapat obrolan dengan topik yang sangat “hangat” untuk dibahas. Obrolan malam itu memang lain, topik yang dibahas adalah mengenai masa depan dan kenapa tuhan berlaku seperti ini dan itu kepada kita? ada rasa penyesalan dan kekecewaan yang mendalam oleh seorang teman yang sedang dihadapkan pada sebuah persoalan karena apa yang dia rencanakan dan harapkan harus hancur ditengah jalan. Apa yang diinginkan tidak bisa terealisasi dan doa yang setiap hari dipanjatkan justru tidak  Tuhan kabulkan. “Tuhan sungguh tidak adil”, ujarnya.

Saya sempat terdiam beberapa saat atas apa yang diucapkan olehnya. Pertanyaan besar langsung hadir di kepala saya, apakah benar tuhan itu tidak adil?kenapa tuhan tidak mengabulkan doa dan harapan yang diinginkan olehnya? lalu, bagaimanakah kita menyikapi hal ini?

saya coba telaah lebih mendalam berbagai pertanyaan itu, saya biarkan pertanyaan itu berkecamuk dalam ruang pemikiran yang saya punya.

saya jawab satu persatu pertanyaan itu. apakah benar tuhan itu tidak adil? jawabannya adalah sangat adil. tidak mungkin tuhan yang maha pengasih dan penyayang kepada hamba-Nya tidak berbuat adil. sungguh tu sangat tidak mungkin. kenapa tuhan tidak mengabulkan doa dan harapan yang diinginkan olehnya? saya menyakini bahwa ketika kita sudah berdoa kepada-Nya pasti segala doa yang kita minta akan dikabulkan oleh-nya. akan tetapi, apapun yang kita minta, akan kita dapatkan sesuai dengan keperluan kita. hanya tuhan yang tahu apa yang kita perlukan, tidak perlu protes dalam hal ini.

seperti yang Mario teguh ucapkan:

Dalam gagu pikiran dan bahasa, ketaatan kepada Tuhan mungkin bersuara dengan urutan seperti ini:

Kita diperintahkan berdoa.
Saat kita berdoa, Tuhan mendengar.
Tuhan tidak akan mengabaikan apa yang didengar-Nya.
Tuhan akan selalu memberi yang kita minta.
Tuhan Maha Adil.
Tuhan harus mendahulukan yang lebih pantas untuk didahulukan jawaban bagi permintaannya.
Yang lebih pantas karena keadaannya dan karena perbuatan baiknya, akan didahulukan.
Yang belum didahulukan, akan diberitahu melalui hatinya, melalui orang lain, dan melalui keadaan dan kejadian – agar dia memperbaiki kepantasan untuk didahulukan.
Yang sudah diberitahu tetapi lambat memperbaiki diri – akan dibantu mempercepat perbaikan diri dengan cara-cara yang kehebatan dari kekhususan-nya hanya berada dalam kewenangan kecerdasan Tuhan.

Maka, apakah masih mampu bagi kita untuk meragukan bahwa setiap jiwa dari kita SELALU berada dalam perhatian penuh kasih dari Tuhan yang sangat mengasihi kita.

dari ucapan tersebut. tuntas sudah pertanyaan yang kedua itu. lalu, bagaimanakah kita menyikapi hal ini?

untuk menyikapi hal seperti ini, yang perlu kita lakukan adalah bersabar dan bersyukur. bersabar dalam artian bahwa kita tetap berusaha untuk tetap meyakini dan merencanakan apa yang ingin kita lakukan walaupun sempat mengalami kegagalan dan ketidakberhasilan. selain itu teruslah berdoa tanpa henti kepada tuhan, tanpa harus menuntut banyak. percayalah, bahwa tuhan pasti akan mengabulkan apa yang kita minta.

sedangkan bersyukur juga harus menjadi prioritas yang harus kita lakukan dalam menyikapi hal ini. tanpa bersyukur, kita akan menjadi pribadi yang tidak pernah puas atas apa yang tuhan berikan. kalau kita tidak bersyukur, bagaimana mungkin tuhan menambahkan dan mengabulkan apa yang kita minta?

dari obrolan hangat malam itu, saya menjadi lebih memahami. Bahwa, berdoalah tanpa harus menuntut banyak. percayalah apapun yang kita minta dalam doa yang kita panjatkan pasti tuhan akan mengabulkannya.

saya percaya, apabila tuhan belum memberikan apa yang saya minta. berarti tuhan akan memberinya ketika saya betul-betul memerlukannya. entah besok, minggu depan, atau kapanpun. saya percaya, tuhan pasti memberikan apa yang saya minta, karena tuhan itu maha pengasih dan penyayang terhadap hambanya. hanya saja, maukah kita tetap bersyukur dalam kondisi apapun setiap hari?.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: