jump to navigation

Begitu tipisnya antara kematian dan menjalani kehidupan January 5, 2010

Posted by catatanraufmendunia in Aku dan tulisan motivasi.
trackback

Keceriaan tahun baru berubah menjadi sebuah malapetaka. Kecelakaan mobil yang terjadi pada malam tahun baru itu membuat teman saya tersadar. Kecelakaan itu membuat si supir sampai patah leher dan kepala bocor, dan penumpang yang berada di dalam mobil mengalami luka-luka ringan. Untunglah, kejadian naas itu masih membawa keberuntungan bagi orang-orang yang berada didalam mobil tersebut.

Ada tangisan tumpah disitu, ada ketakutan dan trauma yang menghantui mereka, dan ada rasa syukur karena tuhan masih memberi  mereka keselamatan pada saat itu. Siapa yang mengira bahwa malam pergantian tahun yang seharusnya berisi canda tawa dan keceriaan justru berujung duka.

Ada satu nilai pelajaran yang bisa kita ambil dari peristiwa yang menimpa teman saya tersebut.

“bahwa hidupmu hanyalah sebentar dan sementara, siapa yang mengira bahwa kecelakaan yang terjadi dalam sekejap mata itu bisa membawamu kepada dua hal: kematian atau kesempatan melanjutkan kehidupan!”

Tidak berhenti ucapan syukur terucap dari lisan teman saya atas semua yang telah terjadi. “Oh tuhan, terimakasih masih memberi keselamatan atas semua hal yang telah terjadi di malam tahun baru itu. Terima kasih karena masih memberi saya kesempatan untuk menjalani hidup dan semoga bisa menjadi sebuah pelajaran berharga yang tidak akan pernah saya lupakan”. Begitu ujarnya.

Teman saya merasa, kejadian yang telah dialaminya adalah sebuah teguran keras but dirinya dan buat kita semua. Teguran untuk tidak habiskan waktu yang kita punya dengan sesuatu hal yang sia-sia dan mengandung keburukan.

Dari apa yang telah terjadi, ada hikmah yang terkandung. Hikmah itu adalah bahwa kita tidak pernah tahu kapan kita akan meninggalkan dunia ini. Menjalani hidup dan menuju kematian adalah satu hal yang sulit untuk diprediksi. Begitu tipis antara hidup dan mati. Dan kematian adalah misteri yang kita tidak pernah tahu.

Sudah saatnya kita berbenah dan mengambil intisari pelajaran dari apa yang telah dialami oleh teman saya tersebut. Hidup ini terlalu singkat, marikan jadikan hari-hari yang kita jalani lebih bermanfaat dan membawa nilai-nilai positif sebagai bekal kehidupan kita yang baik di dunia dan juga sebagai persiapan amal kebaikan untuk kita bawa kelak di akhirat.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: