jump to navigation

mereformasi definisi-diri January 10, 2010

Posted by catatanraufmendunia in pengembangan diri.
trackback

Reformasi berarti menata atau mengubah sesuatu ke dalam bentuk atau kondisi yang lebih baik, reformasi berarti usaha kita untuk memperbaiki sesuatu dengan cara yang lebih baik supaya mendapatkan hasi yang lebih baik. (En. Ubaedy)

Mereformasi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik adalah sebuah keharusan. hidup yang lebih baik, rezeki yang lebih besar, pencapain yang lebih tinggi, & kepribadian yang lebih kuat perlu sebuah tatanan proses pereformasian diri. sebelum kita melangkah secara jauh dengan sebuah proses reformasi diri yang lebih besar. akan lebih baiknya kalau kita mencoba mereformasi defini-diri terlebih dahulu. definisi diri ini merupakan sebuah awal permulaan untuk mendalami dan mengenal lebih mendalam mengenai siapakah diri kita ini, ada potensi apakah didalam diri kita, mengapa harus kita, dsb.

ada beberapa alasan mengapa kita harus mereformasi definisi dirikita terlebih dahulu sebelum menuju proses yang lebih besar. seseorang yang telah mampu mengidentifikasi dan memahami definisi diri akan mampu menuju proses reformasi diri yang lebih besar.

Menurut En. Ubaedy (penulis buku strategi mereformasi diri) mengatakan ada tiga alasan mendasar mengapa kita perlu mereformasi definisi  diri.

yang pertama adalah penggunaan sumber daya.

“dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah kamu dapat menghitungnya. sesungguhnya manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari nikmat” (QS: Ibrahim :34)

manusia adalah makhluk terbaik di muka bumi. kemampuan yang dimilikinya itu begitu luar biasa. potensi yang dipunya begitu besar, kecerdasan emosional, spiritual, praktik, konteks, dan kinetik yang jumlahnya tak terhitung dan tak terbatas. akan tetapi, sumber daya yang dimiliki oleh manusia perlu aktivasi secara pribadi. we need to push the success button inside ourself! potensi itu tidak akan berubah sendiri menjadi prestasi tanpa aksi. potensi itu tidak akan berarti apa-apa kalau tidak kita gunakan dan maksimalkan didalam diri kita sendiri.untuk menggali potensi sumber daya tidak terbatas yang kita miliki diperlukan kesadaran bahwa kitalah satu-satunya orang yang bisa menggali dan menggunakan potensi yang kita miliki. kalau kita menginginkan prestasi dan reformasi dari hidup kita maka kitalah yang bertangung jawab untuk menggunakan potensi tersebut.

yang kedua adalah perlawanan tantangan.

setelah memahami potensi yang kita miliki, kita akan dihadapkan pada hal yang lebih besar lagi yaitu masalah dan tantangan. tugas kita adalah melawan masalah dan tantangan itu untuk menuju reformasi diri yang sesungguhnya. segala sesuatu perubahan yang bernuansa positif biasanya sarat dengan masalah dan tantangan kedepan yang melanda. secara umum bisa dikatakan bahwa kualitas manusia ketika langkahnya menghadapi tembok  tantangan bisa digolongkan sebagai berikut: manuasia yang mundur, kalah, putus asa, atau hancur. manusia yang mandek, kembali ke model lama, pasrah atau statis.atau juga manusia yang mencari jalan lain, melompati tembok atau mengahancurkan tembok itu. lalu anda berada di golongan mana?

yang ketiga adalah penyembuhan luka batin.

dalam proses mereformasi diri, disana kita akan menemui beragam masalah dan tantangan yang bukan saja berat tetapi tidak sesuai dengan apa yang inginkan dan rencanakan. disana ada kekalahan, kegagalan, kekecewaan, dan sebagainya. dalam mereformasi diri inilah, penyembuhan luka batin akibat masalah dan tantangan yang dihadapi memegang peranan yang sangat penting sekali. dari pengalaman-pengalaman orang yang sudah berhasil mencapai perbaikan-perbaikan diketahui bahwa mereka adalah seseorang yang mampu mengobati luka dan melaksanakan penyembuhan diri dengan sangat cepat. mereka pernah gagal, pernah kecewa, pernah dibikin luka batinnya, tetapi mereka tidak putus asa dan tidak pasrah dalam kekalahan.

mark victor hensen mengatakan: sebagian besar manusia gagal mencapai apa yang diinginkan karena mereka merasa sebagai akibat (the effect) bukan sebagai penyebab (the cause).

ketika ingin mereformasi diri, persiapkanlah diri anda dengan berbagai masalah yang akan dihadapi, kuatkan diri anda menuju tantangan kedepan, dan bersahabatlah dengan kegagalan.

sebagai penutup, mereformasi diri perlu memahami dengan kesadaran penuh atas potensi yang tuhan telah berikan kepada kita, bila sudah memahami dengan jelas, biasakanlah diri kita dengan masalah dan tantangan. lawanlah segala permasalahan dan tantangan yang akan menghadang kita kedepan. pecahkan tembok penghalang didalam kehidupan kita untuk hidup yang lebih baik. dan kuatkan diri dengan kekecewaan dan kegagalan.

Doktrian tao mengajarkan kita untuk: “menjadi jagoan bagi diri kita (warrior) dan penyembuh bagi diri kita (healer)”

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: