jump to navigation

mengontrol kemarahan July 27, 2010

Posted by catatanraufmendunia in pengembangan diri.
trackback

“Jangan biarkan diri kalian kesal dan marah,hanya merugi dan menghabiskan energi. hadapi dengan lapang dada, dan belajar darinya. bahkan kalian bisa tertawa, karena ini hanya gangguan sementara” -novel negeri 5 menara-

marah dan kesal, dua hal yang menyedot habis energi positif dari dalam diri kita. tidak percaya? coba sajalah marah-marah dan ngedumel gak jelas. pasti emosi kita naik tinggi dan pada akhirnya adalah capek sendiri. bukankah begitu yang kita rasakan ketika sedang marah?

tidak bisa dipungkiri lagi, sifat marah memang sudah melekat dalam diri setiap manusia. tuhan memang menciptakan itu. akan tetapi, sifat marah yang tidak terkontrol dan berlebihan justru akan merusak kepribadian kita sendiri. kemarahan akan sesuatu hal tanpa bisa diatur dengan baik, tentunya akan membawa dampak negatif dan akan menuntun kita kepada tindakan yang tidak penting untuk dilakukan dan tidak perlu untuk dijalani.

contohnya saja, kemarahan akibat hal-hal kecil yang sebenarnya tidak perlu dibesar-besarkan tapi malah berujung kepada perkelahian, apakah itu harus terjadi? lalu, kalau kita bisa berfikir jernih akan apa yang terjadi, tidak perlu kan kita harus sampai sebegitu marahnya terhadap keaadan atau faktor-faktor lain yang terjadi?

apabila timbul kemarahan akibat sesuatu hal, sebisa mungkin dinginkan pikiran terlebih dahulu. hati boleh panas, tapi kepala harus dingin. setelah berfikir tenang, sebisa mungkin menganalisa dengan lebih jelas dan munculkan beberapa pertanyaan dalam diri kita masing-masing, apakah saya harus sampai marah begini?apa keuntungan yang saya dapat kalau saya dalam posisi marah seperti ini? dan konsekuensi apakah yang akan saya tanggung dan harus pertanggungjawabkan ketika kemarahan itu berujung kepada hal-hal yang negatif?

kalau sudah berfikir dengan jernih, menganalisa dan munculkan beberapa pertanyaan diatas. sebisa mungkin untuk melakukan sesuatu hal yang bisa membuat intensitas kemarahan dari dalam diri kita sendiri mereda. untuk menurunkan intensitas kemarahan itu bisa dengan melakukan berbagai aktivitas positif dan bermanfaat. minimal, duduk santai dan tenang.

dalam kemarahan yang sedang terjadi, sebaiknya menjaga suasana hati yang sedang panas. walaupun dalam situasi paling kacau sekalipun, tenangkanlah dan jagalah hati kalian.

kemarahan hanya bisa diredakan apabila kita bisa menguasai hati. dan hati yang bisa dikawal dengan baik, adalah hati yang mampu meredakan dan menimilasir sifat-sifat kemarahan apabila itu harus terjadi.

lalu perhatikanlah apa yang terjadi.

Comments»

1. farahzu - August 4, 2010

rasul bilang, kalo marah, diamlah. Kalau masih marah juga, duduklah. kalau masih marah juga, berwudhu-lah. JKFS🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: