jump to navigation

10 sifat yang harus melekat dalam diri January 24, 2011

Posted by catatanraufmendunia in pengembangan diri.
trackback

Saya terinspirasi sebuah lebaran artikel yang biasa dibagikan secara cuma-cuma pada hari jum’at di mesjid. Judul artikel tersebut adalah membentuk muslim sejati. artikel tersbut ditulis oleh korps muballigh jakarta (KMJ).

Ketika saya membaca artikel tersebut, ada yang menarik perhatian saya. disitu dituliskan sepuluh sifat yang mesti melekat di dalam diri muslim. Untuk itulah, tidak ada salahnya saya men-sharing hal tersebut di blog saya. Semoga hal ini bisa menjadi manfaat bagi para pembaca (baik itu muslim ataupun non muslim).

Ini dia sepuluh sifat tersebut:

1. Salamatul ‘aqidah ( keyakinan yang benar)

Dalam hidup ini, kita memerlukan tujuan. kira-kira mau kemana kita akan melangkah dalam setiap jengkal kehidupan? untuk mencapai tujuan yang kita inginkan, diperlukan keyakinan yang benar dan lurus. Kalau saja keyakinan yang kita miliki berdasarkan niat, tujuan, pengharapan, impian, dan tindakan yang tidak benar, lalu apakah mungkin kita sampai ke tujuan yang terbaik di dunia dan akhirat?

2. Shihhatul ‘ibadah (ibadah yang benar)

kalau sudah memiliki keyakinan yang benar dan lurus, tinggal bagaimana kita harus melakukannya dengan baik. Nah, untuk melakukan dengan baik, diperlukan ibadah yang benar. Ibadah (mendekatkan diri kepada tuhan) adalah implementasi cara kita memuliakan tuhan, sehingga tuhan pun akan memuliakan kita selama di dunia dan di akhirat. Beribadah dengan benar juga bukan berarti kita hanya sebatas kegiatan ritual ibadah wajib semisal shalat, puasa, zakat, mengaji, dsb. Akan tetapi jug kepada ibadah-ibadah yang bersifat  fundamental sosial, misalnya saja mencari nafkah secara halal, berbagi rezeki yang kita punya kepada yang membutuhkan, dsb.

3. Matinul khuluq (akhlak yang kokoh)

Akhlak yang kokoh menjadi modal penting untuk mencapai tujuan hidup, tanpa akhlak yang baik dan kokoh kita akan mudah tergoyahkan oleh sesuatu hal yang kurang baik dan nantinya akan menuntun kita kepada kesesatan dan melakukan hal-hal tanpa membedakan mana yang haram dan yang halal, mana yang baik dan mana yang tidak baik, dsb.

4. Tsaqofatul Fikr (wawasan pengetahuan yang luas)

Menjalani kehidupan buakn hanya modal keyakinan, ibadah, dan akhlak saja. Siapapun orangnya, ketika sedang melakukan perjalanan pasti membutuhkan pengetahuan tentang apa yang sedang ia tuju. Untuk itulah, pengetahuan dan wawasan yang luas menjadi modal dan berperan besar untuk kita berhasil mencapai tujuan.

5. Quwwatul Badan (tubuh yang kuat)

Nikmat kesehatan dan tubuh yang kuat serta sehat memang menjadi idaman setiap orang. Untuk itulah hidup yang teratur, makan, minum, dan berolahraga yang cukup itu diperlukan untuk tetap mengkondisikan hidup kita sehat dan membuat kita mampu beraktifitas sehari-hari agar mampu mencapai sebuah tujuan yang kita harapkan.

6. Al-qudrah ‘ala al-kasbi (mampu mencari nafkah)

Setiap individu dalam kehidupan ini harus bisa mandiri. Tidak bergntung dengan pertolongan dan belas kasihan orang lain. Untuk itulah kita diwajibkan untuk bisa mencari nafkah yang halal dari jerih upaya, kerja keras, dan keringat kita sendiri.

7. Nafi’an li Ghairihi (bermanfaat bagi lainnya)

Mungkin orang menyangka bahwa orang yang paling sukses itu adalah yang paling kaya, yang paling kuat badannya, atau mungkin yang memiliki segalanya. Seseorang individu yang berhasil adalah individu-individu yang mampu memberikan manfaat terhadap orang banyak. Hidupnya tidak hanya dihabiskan untuk mengurus dirinya sendiri, akan tetapi individu tersebut bisa memberikan perubahan yang baik dan memiliki manfaat kepada orang banyak.

8. Harisan ‘ala waqtihi (mampu mengatur waktu)

Waktu adalah segalanya dalam hidup kita semua. Untuk itulah setiap pribadi yang menginginkan keberhasilan dalam hidup hendaknya mampu mengatur waktu yang dimilikinya sebaik mungkin. Tuhan memberikan waktu yang sama kepada kita semua, hanya saja waktu juga tergantung setiap individu dalam mengelolanya. Ingin berhasil yang gunakan waktu sebaik mungkin.

9. Munazhzhoman fi syu’unihi (mampu mengatur urusannya)

Pribadi yang berhasil dalam hidup ini adalah pribadi-pribadi yang mampu mengatur segala urusannya mulai dari yang prioritas, kurang prioritas, harus dilakukan, tidak penting untuk dilakukan, dsb. Mereka mengerjakan sesuatu hal dengan teratur, efisien, efektif, dan menguruskan hal-hal yang terpenting terlebih dahulu.

10. Mujahidan linafsihi (berjuang melawan hawa nafsu)

Ini merupakan hal yang perlu dimiliki oleh setiap individu, karena manusia diciptakan dengan memiliki hawa nafsu yang cenderung kepada hal yang baik dan tidak baik. Untuk itulah kita perlu kontrol yang kuat terhadap hawa nafsu tersebut sehingga kita bisa mengarahkan hawa nafsu yang kita miliki kepada hal-hal yang baik dan positif.

Itu merupakan sepuluh sifat yang mesti melekat dalm hidup kita, kalau memang menginginkan keberhasilan dalam hidup ini.

semoga bermanfaat!

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: