jump to navigation

kebersahajaan January 28, 2011

Posted by catatanraufmendunia in pengembangan diri.
trackback

Buku La Tahzan (penulis DR Aidh Al-Qarni) yang salah satu artikelnya mengenai manhaj kesahajaan betul-betul telah berhasil menginspirasi saya menuliskan sebuah artikel di blog ini.

Pernahkah kita sadar, dimanakah letak kebahagiaan dalam hidup? DR. Aidh Al-Qarni menjelaskan bahwa kebahagiaan itu ada dalam sikap bersahaja, bukan dalam sikap melampui batas. Dan bukan pula dalam sikap ogah-ogahan, sikap terlalu berlebihan dan sikap melalaikan.

Kebersahajaan itu letaknya diantara dua batas antara hidup berlebihan dan kekurangan. Dan bersahaja bukan dilihat dari nilai fisik yang bisa dilihat dan disentuh. Akan tetapi, nilai-nilai yang bersifat lebih kepada potensi diri positif yang kita miliki.

Bersikap bersahaja akan membuat anda bahagia, bersahaja bisa ditempatkan dalam berbagai bentuk. Bisa bersahaja terhadap diri sendiri, bersahaja terhadap keluarga, bersahaja terhadap harta yang dimiliki, bersahaja terhadap ibadah yang kita jalani, dan juga bersahaja dalam ilmu yang kita miliki dan amalkan, serta bersahaja dalam menyelesaikan masalah dalam hidup ini.

Sikap bersahaja ini berada ditengah-tengah, misalnya memiliki uang banyak tapi tidak boros dalam menghabiskannya, mempunyai ilmu untuk digunakan dan diamalkan untuk tujuan yang baik dan bermanfaat, memiliki semangat ibadah yang tidak berlebihan sehingga beribadah dengan khusyuk dan tenang, menyikapi masalah dengan bijak, bergaul dengan orang-orang yang tepat, dsb.

sikap bersahaja harus dimiliki dan ditegaskan bagis setiap individu, hal ini dikarenakan akan mampu memberikan sikap yang ‘tengah’, yaitu bersikap diantara ketegasan yang melampaui batas dan kelembekan yang tidak berdaya, antara kemuraman hati yang kelewatan dan tertawa yang terpingkal-pingkal, antara mengucilkan diri hingga tak kenal lingkungan dan berbaur dengan masyarakat dan lupa segalanya.

Hidup dengan bersahaja perlu dipupuk dari dini, karena kebersahajaan inilah yang akan menyelamatkan kita dalam mengarungi kehidupan. Hal inilah yang akan membantu kita menjlankan hidup dengan baik, tidak berlebihan dan tidak pula terlalu kekurangan. Sehingga kita berada dalam posisi yang ‘tengah’ dalam kondisi dan situasi apapun, dimanapun, dan kapanpun kita menjalani kehidupan ini.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: