jump to navigation

hidup dan kompetisi February 13, 2011

Posted by catatanraufmendunia in pengembangan diri.
trackback

When you want to win a game, you have to teach. When you lose a game, you have to learn. #Tom Landry

Menang dan kalah selalu hadir dari proses kehidupan yang kita jalani. Kadangkala untuk meraih sesuatu hal yang kita inginkan memang memerlukan persaingan yang ketat. Dalam hal apapun, kompetisi tetap saja menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari hidup ini, bukan begitu?

Kompetisi bisa hadir dalam bentuk apapun, bisa saja persaingan dalam mendapatkan posisi kosong dalam pekerjaan, persaingan untuk menjadi ranking 1 dan murid berprestasi di sekolah, atau mungkin persaingan untuk mendapatkan status juara dalam berbagai perlombaan olahraga.

Lalu bagaimana kita menyikapi kompetisi dalam hidup?

Menurut pandangan saya, hal yang pertama harus dilakukan adalah men-setting pikiran dan cara pandang kita terlebih dahulu. Seorang juara juga harus memiliki pemikiran juara. Apapun proses yang mengiringnya, diperlukan pemikiran secara positif, berani maju, pantang menyerah, dan tetap semangat untuk menjadi sang juara.

Hal yang kedua ialah men-setting mental juara. Tanpa mental juara, kompetisi yang kita jalani akan berakhir dengan hasil yang kurang memuaskan. Pernah dengar ungkapan, ‘hanya yang bermental juara yang layak menjadi juara’. Mengembangkan mental seperti ini perlu proses panjang dan latihan terus menerus tanpa henti. Proses yang dikerjakan untuk meraih tujuan yang ingin dicapai itulah yang nantinya akan membentuk mental seorang juara.

Hal yang ketiga adalah berani berusaha keras, memaksimalkan usaha dan potensi, dan juga berani gagal. Kalau ingin memenangkan sebuah kompetisi apapun dalam hidup ini, diperlukan usaha yang keras, latihan terus menerus, dan mengevaluasi kekurangan apabila mengalami kegagalan. Menjadi juara dalam sebuah persaingan itu bukan semudah membalikkan telapak tangan, tidak begitu saja diraih (alias instan). Hanya yang berdedikasi tinggi dan dibalut dengan proses usaha keras dan berkelanjutan, dan tetap yakin ke tujuan apabila menerima kegagalan menjadi faktor penting keberhasilan dalam memenangkan sebuah kompetisi apapun.

‘hidup itu bagian dari kompetisi. bagi yang gagal, tetep semangat dan terus berusaha. dan bagi para pemenang, terus berusaha menjadi yang terbaik dari yang paling terbaik’. -Nafi Nur Rauf-

Nah, maka dari itulah kita hendaknya menyikapi kompetisi dalam hidup ini sebagai sesuatu hal yang menarik. Ingat, hidup itu bagian dari kompetisi. Apabila ingin memenangkan persaingan diperlukan usaha keras yang berterusan, bukan hanya diam dan berpangku tangan. Pahamilah bahwa kita adalah produk dari pemikiran kita sendiri. Apabila kita berfikir dan bermental juara, berusaha sekuat tenaga, apabila mengalami kegagalan tetap berfikir positif, mengevaluasi akan kekurangan-kekurangan yang ada, dan tetap yakinbisa memenangkan kompetisi tersebut. Insyaallah Tuhan pasti akan membantu kita ke tujuan.


Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: