jump to navigation

berkeluh kesah terus? berbahaya! February 14, 2011

Posted by catatanraufmendunia in pengembangan diri.
trackback

“I think there’s an anxiety in life where we automatically tend to look to the next thing or we’re complaining about the past. Worrying is not going to make it happen or not happen”. -Sherilyn Fenn-

Bagaimana menurut kalian kalau mendengar seseorang itu selalu bicara keluhan, keluhan, dan keluhan. Apakah anda merasa sedikit kesal?

Kalau saya pribadi dengan gamblang dan jelas akan mengatakan “iya, merasa kesal”. Sebetulnya saya ingin sekali rasanya mendengarkan segala keluhan orang-orang berada di sekitar saya. Akan tetapi, sayangnya mereka menjadikan keluhan itu sebagai budaya atau mungkin menjadikannya sebagai bagian hidupnya. Sungguh, hal seperti ini akan merusak semangat dan motivasi kita sehari-hari.

Sememangnya, setiap manusia punya hak untuk berkeluh kesah. Akan tetapi, kenapa selalu mengeluhkan segala hal yang sebetulnya tidak perlu dikeluhkan secara berlebihan? kenapa harus berkeluh kesah dan membuat hari-hari kita diisi oleh sentimen negatif yang nantinya akan membawa implikasi kurangnya semangat dalam diri kita sendiri? itukah pilihan kita?

Saya sejujurnya tidak ingin menjadikan diri ini tempat berkeluh kesah, kalau memang ada masalah yang sedang dialami, pastinya kan masih ada solusi untuk itu semua? kalau kita mengeluh kenapa hidup kita begini-begini saja alias gak maju-maju kehidupannya, kenapa juga harus mengeluh kepada manusia? kenapa tidak mengeluh langsung kepada tuhan? bukankah tuhan itu maha mendengar lagi maha mengabulkan.

Keluh kesah akut yang terus menerus ada dalam diri kita ini betul-betul akan membawa implikasi yang kurang baik terhadap diri kita sendiri dan orang lain. Bagi diri kita sendiri, hal tersebut akan mengurangi semangat hidup yang kita miliki, motivasi mengejar impian pun akan turun drastis, hidup kita akan selalu dikelilingi oleh negatif, dan juga terus saja menyalahkan keadaan yang terjadi. Bagi orang lain yang menjadi pendengar keluh kesah pun akan merasa terganggu dengan keluhan bertubi-tubi yang terlalu berlebihan. inikah pilihan kita?

Untuk menanggulangi hal ini, saya berpendapat bahwa keluh kesah itu manusiawi, tapi sikapilah dengan bijaksana dan jangan berlebihan. Sadarkah kita, dengan mengeluh akan menstimulus hal-hal negatif terhadap diri kita sendiri. misalnya saja, menjadi tidak bersemangat, berfikiran negatif, menyalahkan orang lain atau keadaan, dsb.

Sikap berkeluh kesah ini harus betul-betul disikapi secara cermat dan proporsional, kalau bisa kita tanggulangi setiap persoalan hidup, kenapa juga harus menceritakan hal ini kepada orang lain?

kalau memang perlu berkeluh kesah kepada orang lain, silahkan bercerita dalam batas kewajaran dan tidak berlebihan secara terus menerus. Saran saya yang terbaik adalah berkeluh kesahlah kepada tuhan, hanya kepada-Nya lah kita pantas berkeluh kesah dalam hidup ini.

Ingat, sikapilah secara bijaksana dan tidak berlebihan. Keluh kesah terbaik hanya kepada Tuhan yang maha kuasa. Tuhan adalah tempat terbaik untuk mencurahkan keluh kesah kita dalam hidup ini, bukan kepada manusia.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: