jump to navigation

konflik harus dihentikan! April 23, 2011

Posted by catatanraufmendunia in manajemen hubungan.
trackback

“Penerapan manajemen konflik secara nyata: berbicara sesuai porsi yang tepat, lebih banyak mendengar, dan selalu berorientasi hasil yang bisa dipakai secara bersama-sama”.

Siapakah dari anda yang tidak pernah berurusan dengan yang namanya konflik? mengapa kita tidak bisa memisahkan diri dari yang namanya konflik?

konflik memiliki ragam jenis, bisa jadi konflik yang terjadi di keluarga, konflik bersama teman, atau mungkin konflik yang terjadi selama kita bekerja di sebuah perusahaan?

Sebetulnya, sepengalaman saya dalam menjalani keseharian hidup ini. Konflik selalu terjadi dimanapun,kapanpun, dan oleh siapapun. Asal muasal konflik sebenernya bermula dari ketidakseragaman antara pemikiran seseorang yang satu dengan yang lainnya.

Ketika perbedaan yang nyata ini di blow-up oleh kita kepada orang lain. Akan ada terjadi gesekan-gesekan ketidaksesuaian dengan apa yang kita inginkan dan harapkan.

Untuk itulah, setiap pribadi harus tanggap agar konflik yang terjadi tidak memanas, menimbulkan kecenderungan yang tidak baik, dan tentu saja tidak membari dampak yang merusak hubungan antara kita dan orang lain.

Bagaimana caranya mengatasi konflik ini?

Menurut saya, ada 3 hal penting yang harus dimiliki agar kita mampu me-manage konflik tersebut.

Yang pertama adalah berbicara sesuai dengan porsinya.

Tidak bisa kita pungkiri, konflik itu tumbuh dari pembicaraan yang tidak sesuai porsinya. Kita mungkin selalu ingin berbicara terus menerus tentang sesuatu hal yang kita yakini benar. Semua yang kita bicarakan harus bisa diterima dan disetujui oleh semua pihak. Kita menjadi cenderung berbicara melebihi kapasitas yang seharusnya. Kita mungkin selalu ingin mendominasi pembicaraan. Ada banyak hal yang membuat kita ingin seperti itu. Bisa jadi ingin terlihat lebih pintar dibanding yang lain, terlihat lebih mampu memberi solusi, atau mungkin ingin terlihat bahwa dirinyalah yang paling sesuai untuk berbicara.

Bukankah masih ada orang lain yang perlu kita beri kesempatan untuk berbicara?Jangan sekali-kali menganggap bahwa anda selalu yang paling terbaik ketika berbicara.Kalau hal ini masih diteruskan, siap-siap berjibaku dengan konflik. Berbicaralah menurut porsi dan kapasitas, berikan kesempatanbagi orang lain untuk berbicara. Mereka juga punya mulut untuk berbicara, bukan hanya anda!.

Yang kedua adalah lebih banyak mendengar.

Kita ini kan punya satu mulut dan dua telinga. Maka dari itu banyak-banyaklah mendengar daripada berbicara ngalor ngidul dan merasa paling memahami semua hal. Menjadi pendengar yang baik mampu meredam konflik antara satu sama lain.

Kenapa begitu? karena mendengarkan orang lain, berarti memberi keterbukaan penghargaan dan penghormatan yang besar bagi orang yang sedang berbicara. Dengarkan lah setiap orang yang sedang berbicara dengan anda secara seksama, para pembicara selalu merasa bahagia bila apa yang mereka bicarakan itu didengarkan.

Tugas kita adalah mendengarkan terlebih dahulu, kalau sudah mendapatkan momen yang tepat untuk berbicara, silahkan untuk berbicara. Tapi ingat, setelah berbicara tetap mendengarkan kembali.

Yang ketiga adalah selalu berorientasi hasil yang bisa dipakai secara bersama-sama.

Ketika perbedaan itu terjadi, berarti ada ketidaksamaan pemikiran, keinginan, harapan, dan tindakan yang harus dilakukan. Setiap orang punya pemikiran yang berbeda, ingin apa yang mereka harapkan bisa terealisasi sesuai keinginan.

Untuk hal ini, cobalah untuk belajar dan tanamkan kepada diri anda bahwa, segala hal itu untuk keperluan bersama. Tidak untuk kepentingan diri sendiri. Konflik mudah sekali terjadi dikarenakan setiap individu tidak berorientasi pada kepetingan bersama, hingga akhirnya egoisme individualistis yang lebih menonjol.

Belajarlah dari sekarang untuk bisa memberikan solusi-solusi yang menuju pada kepentingan dan hasil secara bersama-sama. Buang jauh-jauh semua hal yang bersifat keinginan dan harapan untuk diri sendiri saja. Ingat, memberi solusi untuk kepentingan bersama jauh lebih efektif dan bisa memberikan keuntungan untuk banyak pihak. pikirkan itu dengan baik!

Mulai dari sekarang, berbicara lah menurut porsi dan kapasitas, dengarkan orang lain, dan berikan solusi-solusi yang berorientasi untuk kepentingan bersama. Insyaallah, konflik pun bisa diatasi dengan baik.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: